Bawean, 20 September 2025 – Jaringan Gusdurian Bawean menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap kondisi transportasi laut dan distribusi barang di jalur Gresik–Bawean yang hingga kini belum mendapatkan solusi menyeluruh. Sebagai organisasi yang peduli pada keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat, Gusdurian Bawean menilai pemerintah pusat maupun daerah harus segera turun tangan mengatasi persoalan mendasar yang terus berulang dari tahun ke tahun.
Permasalahan Utama yang Dihadapi Masyarakat Bawean
-
Armada laut tidak memadai. Hampir setiap tahun terjadi insiden perahu tenggelam di jalur Gresik–Bawean akibat kapal yang tidak layak beroperasi.
-
Gesekan horizontal antar pelaku bongkar muat. Perselisihan di pelabuhan membuat proses distribusi terhambat dan menambah biaya logistik.
-
Distribusi barang tidak lancar. Akibatnya, program nasional seperti makan gratis bergizi sulit berjalan optimal di Bawean.
-
Kesulitan masyarakat perantau. Banyak warga Bawean di Malaysia dan Singapura terbebani denda karena keterlambatan kepulangan yang disebabkan cuaca buruk atau kelangkaan tiket kapal.
Keluhan Pedagang dan Nelayan
Sejumlah pedagang mengeluhkan kondisi kapal yang lebih banyak digunakan untuk mengangkut material bangunan, sementara kebutuhan pokok masyarakat justru langka. Pengepul ikan di Bawean pun mengalami kesulitan untuk menjual hasil tangkapan mereka ke daratan Jawa, karena akses transportasi dari Bawean ke Gresik maupun sebaliknya sama-sama bermasalah.
Seruan Gusdurian Bawean
Koordinator Gusdurian Bawean, Muhammad Budi Nur Isnaeni, menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh membiarkan masyarakat Bawean menghadapi persoalan ini sendirian.
“Pemerintah harus hadir, bukan sekadar sebagai penonton. Masalah transportasi laut ini bukan hanya soal kapal tenggelam atau keterlambatan barang, tetapi menyangkut nyawa, ekonomi, dan masa depan generasi Bawean. Negara wajib memastikan akses transportasi yang aman, adil, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat,” tegasnya.
Gusdurian Bawean menyerukan agar pemerintah segera:
-
Menyediakan armada laut yang layak dan aman untuk jalur Gresik–Bawean.
-
Menertibkan pengelolaan bongkar muat di pelabuhan agar adil dan efisien.
-
Memastikan distribusi bahan pokok lebih diprioritaskan dibandingkan material non-mendesak.
-
Memberikan perlindungan bagi perantau Bawean, agar tidak lagi terbebani denda akibat keterlambatan transportasi.
Dengan semangat nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial yang diajarkan oleh Gus Dur, Gusdurian Bawean berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk menjawab keresahan warga Bawean yang sudah berlangsung lama.
